Jumat, 23 Agustus 2013

Materi Sejarah Kelas X Bab Kehidupan Awal Masyarakat Indonesia

Materi Sejarah Kelas X BabKehidupan Awal Masyarakat Idnonesia

rr
A. PERADABAN AWAL MASYARAKAT INDONESIA

       Cabang ilmu yang mempelajari hal-ikhwal usia fosil dan benda-benda purbakala adalah paleontologi. Ilmuwannya disebut paleontologist.

1. Keadaan Alam dan Persebaran Binatang serta Manusia Purba.
       
       a. Masa Archaeikum atau Azoikum (2.500 juta tahun yang lalu)
Masa Arkaikum merupakan masa awal; artinya masa awal pembentukan bumi dari inti sampai kulit bumi. Kondisi bumi pada saat itu belum stabil dan' memiliki udara yang sangat panas sehingga tidak memungkinkan adanya kehidupan. Batuan tertua tercatat berumur kira-kira 3,8 milyar tahun.

       b. Masa Palaeozoikum (340 juta taht yang lalu)
Palaeozoikum artinya adalah zaman bumi purba; maksudnya masa ketika pada permukaan bumi mulai terbentuk hidrosfer dan atmosfer. Keadaan bumi masih belum stabil, iklim masih berubah-ubah dan curah hujan sangat besar. Saat itu sudah mulai ada tandatanda kehidupan dengan munculnya organisme bersel tunggal yang kemudian berkembang menjadi organisme bersel banyak (multiseluler). Kemudian muncullah organisme-organisme yang memiliki organ tubuh lebih kompleks, dari jenis invertebrata bertubuh lunak (ubur-ubur,cacing, korai), ikan tanpa rahang (landak laut, bintang lili laut),dan beberapa hewan laut lainnya. Zaman ini ditandai dengan munculnya kehidupan darat yang berasal, dari air. Pada masa itu telah muncul tumbuhan dan heWan dan berkembang pertama kalinya, termasuk tumbuhan paku, paku ekor kuda, amfibi, serangga, dan reptilia. Zaman ini disebut zaman Primer
.
      c. Mesozoikum
Zaman ini juga dinamakan zaman Sekunder berlangsung kurang lebih 140 juta
tahun. Suhu masih berubah-ubah. Kadang suhu udara tinggi sekali, tetapi adakalanya rendah sekali, curah hujan masih berkurang, sungai-sungai besar dan danau banyak yang kering dan berlumpur. Pohon-pohon yang besar dan hewan yang hidup di darat mulai muncul. Beberapa jenis amfibi tumbuh menjadi besar sekali bahkan ada yang melebihi seekor buaya.
Demikian pula reptil mencapai bentuk yang sangat besar seperti Dinosaurus,12 meter, Tyranosaurus, 30 meter, dan Brontosaurus yang besamya sepuluh kali gajah. Ada pula reptile yang memiliki sayap dan mampu terbang berjam-jam di udara untuk mencari mangsa. Salah satu jenis reptil ini adalah Pterosaurus yang merajai angkasa. Karena pada zaman ini berkembang berbagai jenis reptil, maka zaman ini disebut juga zaman Reptil. Pada akhir zaman Mesozoikum, hewan sejenis mamalia sudah mulai ada.

      d. Neozoikum atau Kainozoikum (zaman kehidupan baru)
Berlangsung 60 juta tahun yang lalu sampai sekarang. Zaman Neozoikum ini dibagi atas dua zaman, yaitu:
      1) Zaman Tersier
Zaman ini dibagi menjadi Paleosen, Eosen, Oligosen, Miosen, dan Pliosen. Pada zaman ini binatang-binatang menyusui berkernbang pesat, sedangkan reptil- reptil mulai lenyap. Primata mulai nampak, sejak zaman Paleosen. Orang utan mulai ada pada masa Miosen. Pada zaman Pliosen (10 juta tahun yang lalu), hidup hewan yang lebih besar dari pada gorilla yang disebut Giganthropus (Kera Manusia Raksasa). Hewan ini ditemukan di bukit Siwalik di kaki Himalaya, dan di dekat Simla (India Utara). Giganthropus hidup berkelompok sehingga mereka bisa berkembang biak dan menyebar dari Afrika ke Asia Selatan dan Asia Tenggara. Giganthropus akhirnya punah karena sebab yang tidak jelas. Di masa ini juga hidup Australopithecus (Kera Manusia dari Selatan) yang ditemukan di Afrika Selatan dan Afrika timur. sedangkan di Kalimantan Barat dari kalalEosen akhir ditemukan fosil hewan verttebrata, yaitu Anthracotirerium dan Choeromous (sebangsa babi purba) yang juga ditemukan di Asia daratan. Pqnemuan fosil ini membuktikan bahwa pada kala Eosin akhir, Kalimantan Barat Barat bergabung dengan daratan Asia.
     2) ZamanKuarter (Zaman Keempat)
Zaman ini dimulai sejak sekitar 600.000 tahun yang lalu, dibagi menjadi 2 kala, yaitu:
     a) Kala Pleistosen (Diluvium) sejak 600.000 tahun yang lalu
Pada masa ini mulai muncul kehidupan manusia purba. Keadaan clam kala ini masih liar dan labil karena silih bergantinya dua zarnan yaitu zaman Glasial dan zaman Interglasial.
Zaman Glasial adalah zaman meluasnya lapisan es di kutub utara sehingga Eropa dan Amerika bagian Utara tertutup es, sedangkan daerah yang jauh dari kutub terjadi hujan lebat bertahun-tahun. Permukaan air laut turun disertai dengan naiknya daratan di berbagai tempat karena adanya pergeseran bumi dan kerja gunung-gunung berapi sehingga banyak lautan, termasuk di Indonesia menjadi kering, maka muncullah Sunda Plat dan Sahul Plat. Sumatra, Jawa, Kalimantan clan Malaysia barat bergabung menjadi satu benua dengan benua Asia. Kalimantan Utara bergabung dengan'Filipina dan Formosa (Taiwan) terus ke benua Asia. Begitu pula Sulawesi .melalui Minahasa, Pulau Sangir ke Filipina. Antara Jawa Timur dan Sulawesi Selatan berhubungan melalui Nusa Tenggara.
Pada zaman Interglasial, temperatur naik sehingga lapisan es di kutub utara mencair, akibatnya permukaan air laut naik dan terjadi banjir besar di berbagai tempat, hal ini menyebabkan banyak daratan terpisah-pisah oleh lautan dan selat. Pada kala Pleistosen ini, hanya hewan-hewan yang berbulu tebal yang mampu bertahan hidup. Salah satunya adalah Mammouth (gajah berbulu tebal). Hewan yang berbulu tipis pindah ke daerah tropis.
Perpindahan binatang dariAsia Daratan ke Jawa, Sulawesi dan Filipina ada yang melalui Malaysia ke Jawa (Jalan Barat) ada pula yang melalui Formosa, Filipina keKalimantan, Jawa dan Sulawesi (Jalan Timur). Garis Wallace adalah garis antara selat Makasar dan Lombok yang merupakan batas antara dua jalan penyebaran binatang tersebut.
Selain itu, juga terjadi perpindahan manusia purba dari Asia ke Indonesia. Hal ini terbukti dengan ditemukannya dalam jumlah besar Sinanthropus pekinensis di Peking, Cina yang sejenis dengan Pithecanthropus erectus dari Trinil Ngawi. Demikian pula alat-alat Pacitan ditemukan pula di Cina, Burma, dan Malaysia. Homo wajakensis yang merupakan nenek moyang bangsa Australoid pada kala Pleiptosen Tengah dan Pleistosen Atas menyebar dari Asia ke selatan. Sebagian besar dari mereka sampai ke benua Australia dan menurunkan penduduk asli Australia (Aborigin).
       b) Kala Holosen
Pada awal kala Holosen, sebagian besar es di kutub sudah lenyap sehingga permukaan air laut naik lagi. Tanah-tanah rendah di daerah paparan Sunda dan paparan Sahul tergenang air dan menjadi laut transpresi.
Dengan demikian muncullah pulau-pulau di Nusantara.
Manusia purba lenyap berganti manusia cerdas (Homo Sapine).
      2. Makhluk-makhluk Pendahulu Manusia
Binatang menyusui (mamalia) muncul di muka bumi pada zarnan Tersier yang merupakan bagian dari zaman Neozoikum. Primata merupakan bagian dari mamalia yang bentuknya sejenis kera, balk itu kera-kera kecil sebesar tupai maupun kera-kera besar seperti gorilla. Makhluk sejenis primata ini diperkirakan sudah ada di permukaan bumi sekitar 70 juta tahun yang lalu, yaitu pada kala Paleosen Tua yang merupakan bagian dari zaman Tersier, sedangkan makhluk sejenis kera yang mampu berjalan dengan kedua kakinya, walau masih dibantu dengan kedua tangannya disebut dengan Anthropoid. Dari Anthropoid terdapat satu golongan lagi yang disebut dengan Hominoid. Di dalam Hominoid terdapat dua golongan besar yaitu keluarga Pongidae dan Homo sapiens merupakan keluarga dari kera-kera besar, seperti gibbon, orangutan, simpanse, dan gorilla, sedangkan Hominoidae menggolongkan menjadi satu manusia purba sejenis Pithecanthropus dengan Homo naenderthalensis dengan manusia sekarang (Homo sdpines). Homo sapines sekarang setidaknya dapat digolongkan sedikitnya ke dalam empat ras, yaitu Australoid, Negroid, Mongoloid, dan Kaukasoid.
Salah satu cabang dari makhluk primata yang diperkirakan berasal dari 10 juta tahun yang lalu (kala Pliosen) adalah makhluk raksasa yang lebih besar dari pada gorila, yaitu Giganthropuss. Fosil-fosil makhluk ini ditemukan di bukit Siwalik di kaki Himalaya, dekat Simla, India Utara. Makhluk ini mempunyai kemiripan dengan Meganthropus palaeojavanicus yang ditemukan di Lembah Bengawan Solo oleh Von Koenigswald. Para ahli memperkirakan bahwa makhluk ini hidup berkelompok dan menyebar dari Afrika ke Asia Selatan dan Asia Tenggara. Sementara itu di sebelah Utara Kimberley, di daerah Bechuana Timur di Afrika Selatan ditemukan sekitar 65 fosil Australopithecus (kera dari selatan) yang juga diperkirakan berasal dari 10 juta tahun yang lalu.
Fosil dari keluarga Austalopithecus yang diperkirakan hidup sekitar 2 juta tahun yang lalu. ditemukan di Lembah Oldovai di Tanzania, Afrika Timur. Makhluk tersebut diberi nama Zinjanthropus. Makhluk -ini diperkirakan mengalami zaman Glasial dan zaman Interglasial yang dimulai sejak kira-kira 4 juta tahun yang lalu dan berakhir sekitar 200 ribu tahun yang lalu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar